Motto Sekolah
Saturday, 02 Jul 2022
  • Prestasimu Kebanggaanku, Budi Luhurmu Cahayaku

Prokes Ketat SMPN 3 Blitar

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Penulis: Irma

Blitar, 29 Desember 2021. Pandemi covid-19 sudah hampir 2 tahun melanda dunia termasuk Indonesia. Corona adalah varian virus yang diketahui awal muncul pada tahun 2019 di wilayah Cina menyebar ke seluruh dunia dalam waktu yang sangat cepat dan mematikan. Hampir semua negara yang terserang virus corona melakukan kebijakan lockdown untuk mencegah dan memutus penyebaran virus sehingga berdampak pada sektor ekonomi dan pendidikan. Selain itu para ilmuwan juga berlomba-lomba untuk segera menemukan obat ataupun penangkal virus yang meresahkan tersebut. Berbagai penelitian dilakukan oleh para ahli di seluruh dunia sehingga ditemukan antivirus yang akhirnya dapat dilakukan vaksinasi kepada masyarakat.

Menjelang akhir tahun 2021 masyarakat di seluruh dunia sudah banyak yang melakukan vaksinasi, angka penyebaran covid-19 di Indonesia pun juga sudah mulai menurun sehingga masyarakat dapat melakukan kegiatan lagi dan anak-anak dapat kembali belajar di sekolah. SMPN 3 Blitar pada pertengahan September 2021 sudah mulai melaksanakan kegiatan PTM terbatas, yaitu kegiatan PTM yang dilaksanakan secara bergantian dan terbagi menjadi 2 kelompok. Setiap kelas memiliki kapasitas 30 siswa, tetapi dalam kegiatan PTM terbatas hanya separuh atau sekitar 15 siswa yang akan mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah, sementara 15 lainnya belajar secara daring.

Ada beberapa aturan yang harus dipatuhi siswa yang mengikuti kegiatan PTM terbatas di sekolah. Aturan tersebut disebut dengan 5M. Apa saja 5M itu? 5M antara lain memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilisasi dan interaksi. Aturan-aturan tersebut sudah dimaksimalkan penerapannya di SMPN 3 Blitar. Sebagai bukti siswa yang melakukan PTM di sekolah harus selalu memakai masker, begitu datang di pintu gerbang sudah disiapkan alat cek suhu dan handsanitizer otomatis. Hal tersebut dalam penerapannya juga mendapat pantauan langsung dari guru piket di pagi hari. Siswa yang memiliki suhu tubuh tinggi disarankan untuk tidak mengikuti PTM di sekolah dan dapat menggantinya secara daring. Selanjutnya siswa yang diantar oleh orangtua harus segera masuk kelas dan duduk di tempat yang sudah diatur penempatannya sesuai nomor yang tertera di meja. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari siswa akan duduk berpindah-pindah, sehingga akan memudahkan melakukan tracking apabila diketahui adanya gejala di kemudian hari. Sebelum memulai pembelajaran siswa juga diwajibkan mengisi daftar tracking kesehatan yang berisi waktu, suhu tubuh (hasil cek suhu sebelum masuk sekolah), dan gejala sakit yang dirasakaan saat ini. Selama kegiatan PTM berlangsung siswa juga disarankan untuk membawa alat tulis, minum dan snack sendiri agar tidak meminjam temannya yang artinya akan terjadi kontak langsung dengan orang lain. Kegiatan PTM juga dilakukan terbatas waktu hanya mengikuti 2 mata pelajaran dalam sehari dan tanpa ada istirahat untuk menghindari anak-anak bergerombol dengan temannya. Setiap kelas sudah disediakan handsanitizer dan juga tempat cuci tangan di depan kelas sehingga memudahkan siswa untuk selalu berperilaku bersih dan sehat. Selain itu masker juga selalu tersedia di ruang UKS apabila ada siswa yang lupa tidak membawa masker cadangan. Ketika jam pulang sekolah telah usai, siswa yang dijemput disarankan untuk menunggu d kelas, tidak dianjurkan menunggu di depan sekolah agar tidak terjadi kerumunan dan penjemput dapat langsung menuju kelas keberadaan siswa.

Dalam penerapan prokes kepada peserta didik tentu saja guru dan orangtua harus selalu bersinergi agar tidak ada keteledoran dalam diri siswa. Oleh karena itu penting untuk sadar dan saling mengingatkan agar selalu mematuhi aturan tersebut mengingat virus corona masih ada dan belum sepenuhnya hilang.

Artikel ini memiliki

1 Komentar

Serli
Wednesday, 29 Dec 2021

Bersama kita bisa……semoga seluruh warga Spega selalu sehat dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Tertibmu, sehat kita semua!

Reply

Beri Komentar